Skip to content

Zakat Penjualan Rumah

Juni 3, 2011

Beberapa tahun yang lalu saya diberi rumah oleh orangtua saya seharga Rp500 juta. Sekarang rumah itu dijual seharga Rp1 miliar. Apakah dari uang yang Rp1 miliar ini saya harus bayar zakat, dan apabila harus, berapa zakat yang harus saya bayar? Sebagai tambahan informasi, rumah yang saya jual ini tidak pernah saya tempati namun saya sewakan kepada orang lain. Uang dari penjualan rumah ini akan saya belikan rumah untuk saya tempati bersama keluarga saya. Mohon penjelasannya. Terima kasih.

Akbar (Bekasi)

Jawaban:

Assalamu’alaikum Wr Wb.
Semoga Sobat Akbar selalu dirahmati oleh Allah SWT.
Kita berada dalam dua pendapat yang berbeda tentang zakat hasil penjualan barang yang kita miliki, bukan barang yang kita niatkan untuk berjualan.

Yang Mendukung

Sebagian ulama di zaman ini mengatakan bahwa segala macam jenis pemasukan dari hasil apapun harus dizakati. Termasuk kalau kita menjual rumah, mobil, tanah, dan apa saja.

Buat kalangan ini, pokok semua jenis pemasukan atau hal yang menghasilkan uang, haruslah dikeluarkan zakatnya. Biasanya besarnya 2,5% dari nilai total pemasukan itu sendiri. Maka bila mengikuti pendapat ini, zakatnya adalah 2,5 % x 1.000.000.000 = Rp25.000.000,-.

Uang sebesar itu diserahkan kepada Lembaga Amil Zakat yang profesional dan resmi terdaftar serta punya kinerja yang baik.

Yang Menolak

Namun umumnya para ulama salaf dan khalaf tidak demikian pendapatnya dalam masalah zakat. Sebab mereka tetap berpegang bahwa urusan zakat ini tidak bisa asal ijtihad saja selama tidak ada dalil yang sharih dan qathi’i tentang kewajiban untuk mengeluarkan zakat atas suatu harta yang dimiliki.

Bagi kalangan kedua ini, menjual rumah dan barang aset lainnya tidaklah mewajibkan bayar zakat. Sebab tidak ada dalil atau nash yang qathi’i untuk hal itu. Kecuali bila barang yang dijual itu termasuk dalam kategori barang dagangan, maka zakatnya adalah perniagaan/perdagangan.

Sebagaimana kita tahu bahwa perdagangan itu mewajibkan bayar zakat manakala syaratnya terpenuhi seperti:
1. Harta yang dijadikan modal dagang dan berputar itu cukup nishabnya yaitu senilai dengan 85 gram emas.
2. Usia perdagangan itu sendiri sudah sampai satu tahun menurut perhitungan tahun qamariyah, bukan miladiyah.
3. Yang dihitung adalah modal yang berputar, bukan total aset yang dimiliki. Jadi harga barang yang dibeli untuk dijual kembali. Sedangkan gedung, alat, perabot dan sarana perdagangan lainnya tidak termasuk yang harus dihitung untuk dikeluarkan zakatnya.

Maka jual rumah  itu tidaklah termasuk jual beli yang diwajibkan untuk dikeluarkan zakatnya. Sebab menjual rumah itu meski harganya tinggi, bukanlah sebuah usaha dagang. Maka pendapat ini mengatakan bahwa tidak ada kewajiban bagi Anda untuk mengeluarkan zakat hasil jual rumah.

Justru yang seharusnya dikeluarkan zakatnya adalah ketika rumah itu masih menjadi milik sendiri dan disewakan kepada orang lain dan menghasilkan pemasukan. Dalam hal ini ada zakat investasi yang mengacu kepada zakat pertanian. Tapi kalau rumah itu tidak disewakan, maka tidak ada kewajiban zakat, termasuk ketika rumah itu dijual, tidak ada kewajiban zakat.

Uang hasil penjualan rumah yang Bapak peroleh sebesar  Rp1 miliyar tersebut tidak terkena wajib zakat, namun penghasilan yang Bapak peroleh dari menyewakan rumah tersebut wajib dikeluarkan zakat apabila telah mencapai nishabnya.

Semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat bagi Sobat Akbar.
Wassalamu’alaikum Wr Wb.

Kardita Kintabuwana, Lc, MA
Dewan Syariah Rumah Zakat Indonesia

From → Zakat

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: