Skip to content

Dalil Mengenai Haul, Nishab, dan Cara Pengeluaran Zakat Perdagangan

Mei 25, 2011

Pertanyaan:

 Assalamualaikum wr.wb.

Ustadz, apa dalilnya dalam zakat perdagangan yang menerangkan harus 1 tahun dan mencapai 85 gram emas, serta yang menerangkan nilai harga barang yang belum terjual atau modal yang diputar + laba + piutang lancar – hutang jatuh tempo x 2,5%? Mohon penjelasannya Ustdz.

Wasalam,

Donatur Rumah Zakat

Jawaban:

Sobat Zakat yang dimuliakan Allah SWT, dalil yang menerangkan bahwa zakat perdagangan harus setiap tahun ada dalam kitab Bidayatul Mujtahid jilid 2, halaman 261-262. Ibnu Rusyd dalam kitabnya tersebut menyatakan bahwa Jumhur Ulama mensyaratkan kewajiban berzakat pada emas, perak, hewan, dan barang dagangan setiap tahun (haul) karena hal ini telah diberlakukan dan diamalkan pada masa kekhalifahan Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali serta  tersebarnya hal itu di kalangan para sahabat nabi. Keyakinan mereka dalam hal ini menunjukkan bahwa hal tersebut (pengeluaran zakat setiap tahun) berasal dari sumber hukum yang jelas (tauqif).

Telah diriwayatkan dari hadits Ibnu Umar ra dari Nabi SAW sesungguhnya beliau bersabda, “Tidak ada zakat pada harta sehingga telah berjalan selama satu tahun” (HR Daruquthni dan Baihaqi).

Demikian pula hadits yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib ra, Rasulullah SAW bersabda, “Jika Anda memiliki dua ratus dirham dan telah berlalu waktu satu tahun, maka wajib dikeluarkan zakatnya sebanyak lima dirham. Anda tidak mempunyai kewajiban apa-apa sehingga Anda memiliki dua puluh dinar dan telah berlalu waktu satu tahun, dan Anda harus berzakat sebesar setengah dinar. Jika lebih, maka dihitung berdasarkan kelebihannya dan tidak ada zakat pada harta sehingga berlalu waktu satu tahun” (HR. Abu Dawud).

Ketentuan ini telah ijma (disepakati) oleh para fuqaha negeri-negeri Islam, tidak ada perselisihan di kalangan sahabat nabi kecuali riwayat dari Ibnu Abbas dan Muawiyah. Hadits Ibnu Umar ra menurut Ibnu Hajar al-Asqalani dalam “Al-Talkhish” hal 175 statusnya lemah karena seorang perawi yang bernama Ismail bin Ayyasy, demikian pula Daruquthni mengatakan haditsnya mauquf (hanya sampai sahabat nabi). Namun demikian, keluar dari perbedaan pendapat tadi kita telah memahami bahwa amal sahabat merupakan sumber penetapan hukum Islam, karena khususnya amal khalifah yang empat merupakan sunnah yang harus kita pegang. Sebagaimana hadits Nabi: “Hendaklah kalian berpegang kepada Sunnahku dan Sunnah para Khalifah Rasyidin setelahku” (HR. Tirmidzi).

Selain haul, dalam zakat terdapat nisab. Nishab zakat perdagangan menurut pendapat jumhur ulama adalah sama dengan nishab dari zakat emas dan perak, yaitu senilai dua puluh mitsqal atau dua puluh dinar emas atau dua ratus dirham perak (Fiqh al-Zakat, DR. Yusuf al-Qardhawi Jilid 2 hlm. 789). Nishab zakat emas dan perak sebesar 20 mitsqal atau 200 dirham telah diterangkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib ra tadi. Hadits lain yang membahas hal ini diriwayatkan oleh Abu Said al-Khudri ra, Rasulullah saw bersabda, “tidak wajib sedekah (zakat) pada perak yang kurang dari lima awaq”. Dua puluh mitsqal/dinar setara dengan 85gr emas (satu dinar= 4,25gr emas). Lima awaq setara dengan 200 dirham (satu dirham= 2,975gr perak), karena itu 200 dinar setara dengan 595 gr perak.

Adapun cara pengeluaran zakat perdagangan adalah (nilai harga barang yang belum terjual/modal yang diputar+laba+piutang lancer-hutang jatuh tempox2,5%) berdasarkan riwayat yang disampaikan oleh Abu Ubaid dalam kitabnya “Al-Amwal” hlm. 431, beliau meriwayatkan dari Maimun bin Mahran sebagai berikut, “bila telah tiba waktu pembayaran zakat, maka hitunglah kekayaan uang dan barang perniagaan yang kamu miliki kemudian taksir seluruhnya dalam bentuk uang setelah ditambah dengan piutang yang ada dan dikurangi dengan utang yang harus dilunasi kemudian zakatilah sisanya”.

Sedangkan kadar zakat perdagangan yaitu 2,5% seperti  kadar zakat emas atau uang (Fiqh al-Zakat, DR. Yusuf al-Qardhawi, jilid 1, hlm. 314). Berkaitan dengan kadar zakat emas berpegang kepada hadits riwayat Imam Bukhari bahwa Rasulullah SAW bersabda, “zakat atas emas murni (riqqah) adalah seperempat dari sepersepuluh(maksudnya 2,5%). Jika tidak memiliki emas kecuali sekadarnya, maka tidak ada zakatnya sampai kapanpun (maksudnya jika belum mencapai nishab)”. Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Wallahu a’lam bishshawab

sumber: http://rumahzakat.org/download/magazine/RL_April2011.pdf

From → Zakat

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: