Skip to content

Pernahkah Anda Cemburu ?

Mei 4, 2011

Ditulis Oleh: M Kamari

Kata orang, cemburu itu perlu. Sebaliknya, taksedikit yang menolak dikatakan sebagai pencemburu. Itulah sifat cemburu. Layaknya mata uang, ia memiliki dua sisi yang saling bertolak belakang. Dengannya sebuah rumahtangga bisa bertambah rekat. Namun, takjarang justru ia menjadi awal sebuah kehancuran hidup seseorang. Berikut ini beberapa pandangan Islam mengenai sifat cemburu.

Pilihlah yang Disukai Allah

Dalam sebuah riwayat, rupanya sifat cemburu itu terbagi menjadi dua. Ada yang dicintai Allah, tapi ada pula yang tak disenangi oleh-Nya. Sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, “Cemburu itu ada dua macam. Ada cemburu yang dicintai Allah dan ada juga yang dibenci-Nya. Kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah cemburu yang disukai Allah itu? ‘Beliau menjawab, ‘Jika kedurhakaan-kedurhakaan kepada-Nya dan jika hal-hal yang diharamkan-Nya dilanggar.’ Kami bertanya lagi, ‘Lalu apakah cemburu yang dibenci Allah?’ Beliau menjawab, ‘Kecemburuan salah seorang di antara kalian di luar kadarnya'”.

Allah pun Bisa Cemburu

Cemburu adalah salah satu sifat Allah. Namun, ia tak termasuk dalam Asma al-Husna (Nama-nama indah Allah). Nabi bersabda, “Tidak ada sesuatu yang lebih cemburu selain daripada Allah. Karena itu Dia mengharamkan berbagai kekejian, yang nampak maupun yang tersembunyi,”(Muttafaqun ‘alaihi).

Cemburu Para Nabi

Terhadap sebuah kemungkaran, Nabi Muhammad sangatlah pencemburu. Hal ini tergambar dalam kisah Sa’ad ibn Ubadah. Suatu ketika ia bertanya, “Wahai Rasulullah, apa saran engkau jika saya mendapati istriku berzina dengan seorang laki-laki? Apakah saya harus menangguhkan balasan hingga mendapatkan empat orang saksi?” Nabi menjawab, ‘Benar!’ Sa’ad berkata lagi, ‘Demi Allah yang mengutusmu dengan kebenaran, bagaimana jika saya memukulnya dengan punggung pedang?’ Nabi menjawab, ‘Apakah kalian heran dengan kecemburuan Sa’ad? Sungguh aku lebih pencemburu daripada dirinya,” (Riwayat Bukhari).

Cemburu Itu Manusiawi

Saking cintanya kepada sang suami, Rasulullah, Aisyah pun takluput dari rasa cemburu. Ummu al-Mukminin Aisyah Radhiyallahu anha pernah bercerita, aku tak pernah cemburu terhadap wanita seperti kecemburuanku terhadap Khadijah. Karena Nabi seringkali menyebut namanya. Suatu hari beliau menyebut namanya, lalu aku berkata, “Apa yang engkau lakukan terhadap wanita tua yang merah kedua sudut mulutnya? Padahal Allah telah memberikan ganti yang lebih baik daripadanya kepadamu.” Nabi bersabda, “Demi Allah, Dia tidak memberikan ganti yang lebih baik daripadanya kepadaku,”(Riwayat Bukhari).

Stop Cemburu Buta

Cemburu yang dibangun di atas imajinasi dan buruk sangka hanyalah akan merusak sebuah hubungan. Ia taklebih dari mengikuti hawa nafsu semata. Padahal ia sendiri tak mengetahui persoalan kecuali menuruti perasaan dan emosi sesaat saja. Bahkan boleh jadi cemburu tersebut lalu ditunggangi oleh pihak ketiga yang ingin merusak keutuhan rumah tangga seseorang.

Jalin Komunikasi

Menjalin komunikasi yang sehat bisa menjadi jembatan yang merekatkan kembali rumahtangga yang lagi renggang. Saling terbuka dalam segala urusan niscaya semakin memudahkan dalam menyelesaikan suatu persoalan rumahtangga.

sumber: http://rumahzakat.org/detail.php?id=7632&kd=A

From → Artikel

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: