Skip to content

Berbuat Baik Janganlah di Tunda-tunda!

Februari 17, 2011

Waktu berjalan begitu cepat dan kita semua terus digiring pada satu titik waktu di mana kita harus bertemu dengan sang Pencipta. Tanpa terasa kita lewatkan saat-saat indah dengan orang-orang yang kita sayangi. Tidak cukup rasanya waktu dua puluh empat jam satu hari untuk menumpahkan cinta kita kepada orang tua, kepada istri dan anak-anak kita.
Akan datang satu saat kita menangis ketika kedua orang tua kita terbaring tanpa suara. Itulah saat terakhir kita dapat melihat sosok teduh yang selama ini berikan ketenangan di kala gundah. mereka sosok yang menguatkan kita di kala lemah dengan lantunan doa-doanya yang tulus dan tak pernah henti.

Ketika itu bisa jadi kita berusaha tegar dengan penuh keyakinan bahwa ajal adalah sebuah takdir yang tak bisa dinafikan. Kematian hanyalah satu gerbang menuju kehidupan yang kekal  yang menjadi keniscayaan.

Tapi apa yang terjadi jika kita dihadapkan pada saat harus membaringkan  jenazah orang yang kita sayang ke dalam liang lahat yang teramat sempit itu, tanpa terasa bulir-bulir bening mengalir dari sudut mata. Kenapa? Sesungguhnya ketika itu kita akan teringat akan semua kenangan dan bahkan keinginan yang belum sempat tertunaikan.
Saat itu mungkin saja kita teringat keinginan untuk memberikan hadiah hanya berupa mukena baru untuk menggantikan mukena ‘emak” yang sudah lusuh. Ketika itu tiba-tiba kita juga teringat sebuah impian untuk membelikan baju batik untuk bapak, satu kali saja. Bahkan boleh jadi waktu itu kita juga teringat harapan mereka untuk bisa berangkat ke tanah suci.

Tapi coba kita bayangkan?saat itu yang ada hanyalah penyesalan, saat itu yang ada hanyalah perasaan sesak dan ketidakberdayaan.  Karena apapun yang kita ingin lakukan, hanyalah tinggal sebuah harapan. Maka dari itu kawan-kawan, jangan pernah tunda niat baik kita untuk selalu membahagiakan orang yang paling kita cinta.  Apalagi untuk berinvestasi demi bekal kita di alam sana. Dengan berwakaf? kenapa tidak?. Mari kita perhatikan untaian kalimat cinta berikut ini semoga kita dapat mengambil hikmahnya:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluar-kan oleh) orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir, seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki…” (QS. al-Baqarah [2].261)

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw : “Apabila mati anak Adam , maka putuslah amalnya kecuali tiga perkara : Shadaqoh jariah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakannya.”(Hadits  Riwayat : Muslim)

 

sumber: http://www.rumah-wakaf.org/?p=content&ins=006&pid=201011250005

From → Artikel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: