Skip to content
Tags

Siapa Yang Wajib Membayar Zakat ?

Agustus 30, 2010

Seseorang baru dikenakan kewajiban zakat jika memenuhi beberapa ketentuan. Setidaknya ada 2 kategori : kategori orangnya : harus seorang muslim dan merdeka. Kategori kedua tentang hartanya :

1) Harta yang dimiliki mencapai nishab. Nishab adalah kadar/nilai tertentu yang ditetapkan dalam syariat sebagai batas minimal suatu harta terkena kewajiban zakat. Nishab berbeda-beda pada setiap harta yang terkena zakat. Jika seseorang memiliki harta yang nilainya tidak mencapai nishab, maka hartanya tidak terkena zakat. Rumah Zakat telah merumuskan besaran nishab yang disesuaikan dengan UMP (Upah Minimum Propinsi) dan KHL (Kebutuhan Hidup Layak). Silakan lihat lampiran, juga bisa diakses di www.rumahzakat.org .

2) Harta telah dimiliki secara tetap
Harta yang belum dimiliki secara tetap tidaklah terkena zakat. Contohnya, sewa rumah sebelum berakhirnya batas waktu penyewaan. Meskipun (uang) sewa rumah itu telah menjadi hak miliknya dengan terjadinya akad sewa, namun dia belum memilikinya secara utuh. Karena bisa saja rumah itu terkena musibah dan runtuh, sehingga akad sewa yang ada batal dan (uang) sewanya kembali kepada pemiliknya semula.

3) Mencapai haul
Haul adalah masa satu tahun yang harus dilewati oleh nishab harta tertentu tanpa berkurang dari nishab hingga akhir tahun. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنِ اسْتَفَادَ مَالاً فَلاَ زَكَاةَ عَلَيْهِ حَتَّى يَحُوْلَ عَلَيْهِ الْـحَوْلُ
“Barangsiapa menghasilkan harta maka tidak ada kewajiban zakat pada harta itu hingga berlalu atasnya waktu satu tahun.”
Khusus untuk zakat fitrah diwajibkan bagi setiap jiwa muslim, bahkan bagi bayi yang baru lahir. Ketentuannya semua wajib memberikan zakatnya berupa bahan makanan pokok senilai kurang lebih 2,5 kg ataupun bisa juga diuangkan senilai bahan makanan tersebut. Selama seorang muslim masih memiliki persediaan makanan untuk besok hari, dirinya wajib membayar zakat fitrah.

Zakat Maal cukup banyak jenisnya, antara lain :
1. Emas,perak, dan uang;
2. Perdagangan dan perusahaan;
3. Hasil pertanian, hasil perkebunan, dan hasil perikanan;
4. Hasil pertambangan;
5. Hasil peternakan;
6. Hasil pendapatan dan jasa;
7. Rikaz

Masing-masing ada ketentuan di batas kepemilikan berapa bisa kena zakat. Secara sederhananya aturan zakat adalah senilai 2,5% dari harta yang dimiliki. Untuk kehati-hatian bisa dari gross.
Untuk lebih jelasnya silakan memanfaatkan kalkulator zakat dengan klik di http://www.rumahzakat.org/zakatnya.php

(sumber: Tim Rumah Zakat)

About these ads

From → Zakat

Tinggalkan sebuah Komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: